Search This Blog

Loading...

Monday, June 25, 2012

Rangkaian listrik Paralel


LAPORAN RANGKAIAN LISTRIK PARALEL
A.    Tujuan
Mahasiswa mampu membuktikan  cara kerja rangkaian listrik secara paralel
B.     Landasan Teori
Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak). Selain kelemahan tersebut, susunan paralel memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Adapun kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Misal tiga buah lampu tersusun paralel, jika salah satu lampu dicabut atau rusak, maka lampu yang lain tidak akan ikut mati.
Rangkaian paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara berderet (paralel). Lampu yang dipasang di rumah umumnya merupakan rangkaian paralel. Rangakain listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak, ini dikarenakan kabel penghubung yang diperlukan lebih banyak. Selain kelemahan tersebut, susunan paralel memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Adapun kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
Penyusunan paralel dapat dilakukan pada lampu maupun baterai.

     

lampu disusun paralel
baterai disusun paralel




 


 

            Seperti pada rangkaian seri, rangkaian paralel juga mempunyai ciri-ciri khusus. Ciri-ciri rangkaian paralel yaitu:
1.      Arus mengalir melalui satu cabang atau lebih. Arus listrik yang melalui lampu 1 atau baterai 1 tidak melalui lampu 2 atau baterai
2.       Jika salah satu alat listrik dilepas atau  rusak arus listrik akan tetap mengalir melalui cabang yang lain.
Adapun sifat susunan paralel yaitu:
1.      Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber pada ujung-ujung hambatan pengganti paralelnya.
2.      Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah rangkaian individu. Arus masing-masing cabang adalah tergantung besar tahanan cabang.
3.      Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian parallel, tahanan total rangkaian mengecil, oleh karena itu arus total lebih besar. (Tahanan total dari rangkaian parallel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalam rangkaian.)
4.      Kuat arus yang melewati hambatan pengganti paralel sama dengan jumlah kuat arus yang melalui tiap komponen.
5.      Jika terjadi salah satu cabang tahanan parallel terputus, arus akan terputus hanya pada rangkaian tahanan tersebut. Rangkaian cabang yang lain tetap bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut.
C.    Alat dan Bahan
Lampu (bohlam kecil)
Kabel
Saklar
Baterai (1.5v, 2 buah)
Papan perakit
D.    Langkah Kerja
1.      Siapkan alat yang sudah tersedia (berupa rangkaian paralel)
2.      Praktikan dengan menyalakan semua lampu
3.      Longgarkan salah satu lampu hingga mati dan amati pada lampu lain.
E.     Hasil Pengamatan
Pada percobaan yang telah dilakukan, lampu menyala terang baik lampu A maupun B, dan ketika salah satu lampu dikendorkan, lampu yang lan tetap menyala.
F.     Pembahasan
Dalam percobaan yang dilakukan nampak bahwa, nyala lampu terang dibandingkan dengan nyala pada rangkaian seri. Hal ini disebabakan sumber tegangan langsung menuju lampu-lampu tanpa melalui lampu lainnya, sehingga apabila salah satu lampu dimatikan maka lampu yang lain tidak akan ikut mati, berbeda dengan rangkaian seri yang apabila lampu yang lain dimatikan maka lampu yang lain akan ikut mati karena saling berkesinambungan. Dalam rangkaian paralel masing-masing cabang dalam rangkaian parallel merupakan rangkaian individu sehingga ketika satu lampu dikendorkan tidak mempengaruhi nyala lampu yang lain karena arus listrik tetap mengalir.
Dalam rangkaian paralel, nilai hambatan total (Rp) lebih kecil dari nilai masing-masing hambatan penyusunnya (R1 dan R2). Oleh karena itu beberapa lampu yang disusun paralel sama terangnya dengan lampu pada intensitas normal (tidak mengalami penurunan). Jika salah satu lampu padam yang lain tetap menyala.
Contoh penerapan rangkaian paralel dalam kehidupan sehari-hari yaitu:
v  Distribusi listrik PLN yang kerumah-rumah
v  Stop contact yang merupakan rangkaian parallel dengan jala-jala

G.    Kesimpulan
Dalam rangkaian paralel, setiap rangkaian berdiri sendiri. Terbukti dengan jika fungsi satu rangkaian dimatikan, rangkaian yang lain akan tetap hidup.

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment