Search This Blog

Loading...

Thursday, February 9, 2012

PEMUAIAN ZAT CAIR


LAPORAN DEMONSTRASI PEMUAIAN ZAT CAIR
I.            TUJUAN 
Menunjukkan pemuaian zat cair.
II.            LANDASAN TEORI
Pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda karena pengaruh perubahan suhu atau bertambahnya ukuran suatu benda karena menerima kalor.
Pada zat cair tidak melibatkan muai panjang ataupun muai luas, tetapi hanya dikenal muai ruang atau muai volume saja. Semakin tinggi suhu yang diberikan pada zat cair itu maka semakin besar muai volumenya. Pemuaian zat cair untuk masing-masing jenis zat cair berbeda-beda, akibatnya walaupun mula-mula volume zat cair sama tetapi setelah dipanaskan volumenya menjadi berbeda-beda. Pemuaian volume zat cair terkait dengan pemuaian tekanan karena peningkatan suhu.
III.            ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan
Jumlah
Botol
Minyak, air
Pembakar  spiritus
Bejana/gelas beker
Pipa kapiler
Spidol
Plastisin
2 buah
secukupnya
1 buah
1 buah
2 buah
1 buah
secukupnya

IV.            LANGKAH KERJA
  1. Menyediakan 2 buah labu didih diisi masing-masing dengan minyak goreng, air, sampai penuh.
  2. Menutup labu didih dengan pipa kapiler bersumbat, kemudian memberi tanda tinggi ke 2 zat cair pada pipa kapiler dengan spidol.
  3. Menuangkan air ke dalam bejana,
  4. Meletakkan kedua labu didih  pada bejana.
  5. kemudian bejana dipanaskan dengan pembakar spiritus.
  6. Mengamati tinggi permukaan air dalam pipa kapiler dan berilah tanda.
  7. Mengamati naiknya zat cair dalam pipa kapiler.

V.            HASIL KEGIATAN 
Setelah dipanaskan beberapa saat air dalam elemeyer lebih tinggi naiknya dalam pipa kapiler daripada minyak. Kemudian setelah dipanaskan dalam waktu lama keadaan air yang di dalam elemeyer berkurang lebih banyak daripada minyak goreng.
             
VI.            PEMBAHASAN
             
VII.            KESIMPULAN
Pemuaian air lebih cepat dari pada minyak goreng, hal ini disebabkan karen massa jenis zat cair lebih besar dari pada massa jenis minyak. Massa jenis air 1 dan massa jenis minyak 0.8.

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment