Search This Blog

Loading...

Monday, January 2, 2012

DISPERSI, DISFRAKSI, INTERFERENSI


LAPORAN DISPERSI, DISFRAKSI, INTERFERENSI

I.          Tujuan
Untuk membuktikan proses penguraian cahaya monokromatik menjadi berbagai macam komponen warna cahaya atau cahaya polikromatik         
II.          Landasan Teori
Dispersi adalah peristiwa penguraian cahaya monokromatik menjadi cahaya polikromatik (merah, jingga, kuning,hijau,biru,nila, dan ungu) yang disebabkan oleh perbedaan indeks bias dari komponen- komponen warna. Cahaya polikromatik adalah cahaya yang tersusun dari bermacam- macam warna cahaya
Cahaya ungu memiliki indeks bias terbesar dan cahaya merah memiliki indeks bias terkecil.
Disfraksi adalah peristiwa lenturan gelombang cahaya yang terjadi ketika gelombang cahaya melewati celah sempit. Difraksi cahaya dapat terjadi jika cahaya melalui celah tunggal. Difraksi pada celah tunggal dapat mengakibatkan pola difraksi Franhoufer. Menurut prinsip Huygens tiap bagian celah berlaku sebagai sumber gelombang. Cahaya dari satu bagian celah dapat berinterferensi dengan cahaya dari bagian lainnya.  
Difraksi pada celah sempit, bila cahaya yang dijatuhkan polikhromatik (cahaya putih\banyak warna), selain akan mengalami peristiwa difraksi, juga akan terjadi peristiwa interferensi, hasil interferensi menghasilkan pola warna pelangi.
Berkas cahaya jatuh pada celah tunggal, seperti pada gambar , akan dibelokan dengan sudut  belok θ. Pada layar akan terlihat pola gelap dan terang.Pola gelap dan terang akan terjadi bila mengalami peristiwa interferensia.
Interferensi merupakan perpaduan dua gelombang cahaya sehingga membentuk gelombang cahaya baru. Interferensi cahaya terjadi ketika dua gelombang cahaya datang bersamaan pada suatu tempat. Dua gelombang tersebut dapat berinterferensi jika :
1.      Kedua sumber cahaya koheren, yaitu keduanya harus memiliki beda fase selalu tetap dan memiliki frekuensi yang sama
2.       kedua gelombang cahaya harus memiliki amplitudo yang hampir sama
Macam-macam interferensi cahaya
1.      Interferensi pada celah ganda
2.      interferensi minimum
3.      interferensi maksimum
4.      Interferensi pada lapisan tipis
III.          Alat dan Bahan


1.             Gelas
2.             Air
3.             Ember kecil/pot bunga berwarna hitam
4.             Kertas manila
5.             Senter
6.             Cermin datar


IV.          Langkah Kerja
1.      Meletakkan kertas HVS di tempat yang terkena cahaya matahari
2.      Mengisi gelas dengan air sampai penuh
3.      Kemudian masukkan cermin kedalam gelas yang berisi air
4.       meletakkan gelas diatas ember kecil dan diletakkan diatas kertas HVS
5.      Perhatikan warna cahaya yang terjadi di sekitar ember kecil tersebut
6.      Lakukan percobaan di atas pada malam hari dengan menggunakan lampu senter  
V.          Hasil Kegiatan  


Pada siang hari
 


Pada malam hari
 

VI.          Pembahasan
Pada kertas manila muncul berbagai spektrum warna cahaya. Yang menyebabkan terjadi adalah karena perbedaan indeks bias pada cahaya. Indeks bias yang paling besar terjadi pada cahaya ungu dan indeks bias yang terkecil pada warna merah. Perbedaan indeks bias tersebut karena sinar merah memiliki panjang gelombang terbesar, maka indeks biasnya paling kecil. Sedangkan warna ungu memilki indeks bias terbesar karena memiliki panjang gelombang terkecil.    
VII.          Kesimpulan
Cahaya monokromatik (putih) dapat diuraikan menjadi cahaya polikromatik (me,ji,ku,ni,hi,bi,ni,u). Cahaya monokromatik dapat terurai karena memiliki kerapatan yang berbeda dan terurai melalui dua medium yang berbeda

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment