Search This Blog

Loading...

Monday, January 2, 2012

DAYA ISAP DAUN

LAPORAN DAYA ISAP DAUN

I.          Tujuan
Untuk mengetahui dan menunjukkan naiknya air dari akar ke daun, dan faktor yang mempengaruhinya.
II.          Landasan Teori
pada saat penguapan banyak air yang hilang di daun sehingga mengambil air di xilem dibawahnya. Hal ini mengakibatkan air dalam daun naik. Paengangkutan pada akar dimulai dari masuknya air tanah ke dalam bulu akar secara osmosis. Proses ini terjadi karena cairan sel sebelah bulu akar lebing tinggi kadarnya dibanding larutan airtanah, dan cairan sel sebelah dalam bulu akar lebih tinggikadarnya sehingga air berpindah lagi kearah sel yang mempunyai cairan yang lebih pekat.
Pembuluh xilem pada berkas pengangkutan di dalam akar, batang dan daun sambung menyambungmembentuk satuan pembuluh. Dengan hilangnya batas melintang secara vertikal antar sel pembuluh xilem maka pengangkutan air dairi akar sampai ke daun dapat berlangsung cepat.
III.          Alat dan Bahan
1.      Tumbuhan pacar air 2 buah
2.      Larutan eosin atau Kl(dapat diganti dengan obat merah)
3.      Tabung reaksi
4.      Air
IV.          Cara Kerja
1.      Menyiapkan tabung reaksi A dan B.
2.      Meletakkan tanaman pacar air pada tabung reaksi A yang berisi larutan eosin atau Kl (atau obat merah)
3.      Meletakkan pacar air yang telah dibuang daunnya pada tabung reaksi B yang berisi larutan eosin atau Kl (atau obat merah)
4.      Menunggu sekitar 45 menit, kemudian mengamati kedua perangkat percobaan tersebut
5.      Lalu perhatikan manakah air yang lebih cepat naik, di tabung A atau tabung B, dan menganalisis mengapa demikian.
V.          Hasil Pengamatan
No
Tabung
Tinggi Larutan dalam Tabung
1
Tabung A (tanaman ada daunnya).
Berkurang 1 cm
2
Tabung B (tanaman tanpa daunnya).
Berkurang 0,5 cm

VI.          Pembahasan
Dari percobaan yang telah dilakukan membuktikan bahwa banyak dau mempengaruhi daya hisap tumbuhan, itu ditunjukan pada :
Pada tabung A, air lebih cepat naik daripada pada tabung B. Hal ini karena tanaman dalam tabung A masih terdapat banyak daun sehingga menyebabkan semakin banyaknya air yang diperlukan dalam proses transpirasi dan menyebabkan daya isap daun besar.
Sedangkan dalam tabung B berisi tanaman yang sudah tidak mempunyai daun sehingga tidak membutuhkan banyak air untuk transpirasi sehingga daya isap daun kecil.
VII.          Kesimpulan
Dari kegiatan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan:
-          Daya isap daun berhubungan dengan proses transpirasi.
-          Salah satu faktor yang mempengaruhi daya isap daun adalah jumlah daun.
Semakin banyak daun maka daya isap semakin besar, sebaliknya semakin sedikit daun maka daya isap daun semakin kecil

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment